[Gambar]
Pemaparan Materi oleh Pak Daryanto, S.H., selaku KBO Narkoba Polres Kabupaten Pekalongan
Dororejo, Doro, Kabupaten Pekalongan (16/08/2023) - Dalam upaya menghadapi permasalahan serius penyalahgunaan narkoba yang masih menghantui warga, sebuah inisiatif pendidikan anti-narkoba telah diperkenalkan di Desa Dororejo. Program ini dilakukan oleh KKN Tim II Universitas Diponegoro yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai risiko dan konsekuensi penggunaan narkoba ilegal kepada generasi muda di Desa Dororejo.
Hasil dari survei yang baru-baru ini dilakukan telah menyoroti kekhawatiran serius tentang penggunaan narkoba tanpa legalitas yang masih merajalela di kalangan warga Dororejo. Ini menjadi perhatian utama dalam rangka mencegah dampak yang merugikan terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda. Dalam menghadapi tantangan ini, sebuah program sosialisasi yang komprehensif telah dirancang untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik kepada pemuda dan pemudi di Desa Dororejo.
Adanya program ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan Kesadaran dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada pemuda dan pemudi tentang bahaya nyata dari penggunaan narkoba ilegal dan dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik dan mental. (2) Mengedukasi tentang Konsekuensi Hukum yakni dengan memberikan informasi yang jelas mengenai sanksi hukum yang berlaku bagi mereka yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. (3) Mendorong Peran Aktif Pemuda dan Pemudi untuk menjadi agen perubahan dalam menggerakkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan teman-teman mereka.
Program sosialisasi Desa Dororejo Anti-Narkoba ini dilaksanakan di Balai Desa Dororejo dengan narasumber yang dihadirkan dari Unit Narkoba Polres Kajen. Pak Daryanto, S.H., selaku KBO Narkoba Polres Kabupaten Pekalongan sebagai narasumber yang menyampaikan materi tentang bahaya narkoba dan sanksi hukum kepada peserta. Hal ini akan memberikan dampak yang lebih kuat dan autentik kepada peserta. Program kerja ini mengusung konsep interaktif dan edukatif, termasuk diskusi antara moderator dan narasumber, presentasi multimedia, dan sesi tanya jawab. Tujuannya adalah memastikan pesan-pesan penting benar-benar dipahami dan menginspirasi pemuda dan pemudi untuk bertindak.
Rabu, 16 Agustus 2023
Melalui program pendidikan anti-narkoba ini, diharapkan pemuda dan pemudi di Desa Dororejo akan lebih sadar dan cerdas dalam mengenali serta menghindari penggunaan narkoba ilegal. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang ditingkatkan, mereka diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam menyebarkan informasi ini kepada teman-teman sebaya mereka. Kerja sama dengan Kepolisian setempat sebagai narasumber akan memberikan dampak yang lebih positif dan berkelanjutan dalam menginspirasi generasi muda untuk mengambil tindakan pencegahan yang konkret terhadap penyalahgunaan narkoba.
[Gambar]
Foto bersama panitia program kerja "Talkshow Desa Dororejo Anti Narkoba" dengan Pemateri yakni Pak Daryanto, S.H. dan Pak Lurah Desa Dororejo yakni Pak Alimin Slamet
[Gambar]
Pelaksanaan Edukasi Kimia melalui Eksperimen Kimia di TPQ Dorogunung
Dororejo, Doro, Kabupaten Pekalongan (16/08/2023) - Semangat edukasi merambah ke sudut-sudut terpencil, terbukti dengan suksesnya seorang mahasiswi dari Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) dalam menjalankan program monodisiplinnya. Mahasiswi ini telah menyelesaikan program edukasi tentang ilmu kimia melalui praktikum sederhana, yang ditujukan untuk siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di Desa Dororejo.
Latar belakang yang memotivasi program ini sangatlah berarti. Anak-anak SD di Desa Dororejo jarang memiliki kesempatan untuk melakukan eksperimen ilmiah, meskipun ilmu kimia telah diajarkan di sekolah. Dalam usaha untuk membangkitkan minat mereka terhadap ilmu pengetahuan, mahasiswi ini merancang program praktikum sederhana yang menarik dan interaktif.
Melalui program ini, siswa kelas 4 sampai 6 di Desa Dororejo akan terlibat dalam praktikum sederhana yang mengajarkan dasar-dasar ilmu kimia. Salah satu eksperimen yang menarik adalah pembuatan "lava lamp" dari bahan-bahan sehari-hari seperti minyak, air, dan tablet effervescent. Eksperimen ini tidak hanya memberikan hiburan visual yang menarik, tetapi juga mengajarkan tentang peristiwa kimia yang terjadi di dalamnya.
Program ini akan dijalankan di dua Tempat Pengajaran Al-Quran (TPQ), yaitu TPQ dukuh Dorogunung dan TPQ dukuh Dorokulon. Melalui sesi interaktif, mahasiswi ini akan menjelaskan prinsip-prinsip ilmu kimia yang mendasari peristiwa yang terjadi selama praktikum. Tujuan utama dari program ini adalah untuk membangun pemahaman yang kuat pada anak-anak tentang dasar-dasar ilmu kimia dengan cara yang menyenangkan.
[Gambar]
Pelaksanaan Edukasi Kimia melalui Eksperimen Kimia di TPQ Dorokulon
Sebagai bagian dari upaya untuk mengukur pemahaman siswa, program ini juga akan mengadakan kuis berhadiah. Kuis ini akan menguji pemahaman siswa tentang konsep-konsep ilmu kimia yang telah diajarkan selama praktikum. Ini tidak hanya memberikan motivasi ekstra bagi siswa untuk memahami pelajaran, tetapi juga memberikan penghargaan atas usaha mereka.
Dengan menjalankan program edukasi yang inovatif dan bermanfaat, mahasiswi ini telah meninggalkan jejak positif di Desa Dororejo. Upayanya dalam memberikan pengalaman praktikum sederhana kepada siswa SD tidak hanya membangun pemahaman tentang ilmu kimia, tetapi juga membantu menginspirasi minat mereka terhadap ilmu pengetahuan di masa depan.
Rabu, 16 Agustus 2023
[Gambar]
Presentasi Hasil Produk Eskrim Daging Durian di Acara Perkumpulan Petani Durian Doro
Dororejo, Doro, Kabupaten Pekalongan (16/08/2023) - Inovasi kreatif telah mewarnai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) yang berlangsung di Desa Dororejo, Doro, Pekalongan. Seorang mahasiswi berhasil menyelesaikan program monodisiplinnya yang fokus pada pengolahan daging durian menjadi eskrim durian, menghadirkan peluang baru dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Program ini lahir dari pemahaman bahwa meskipun buah durian melimpah di Desa Dororejo, daya tahannya yang singkat menghambat potensi pemanfaatannya. Dengan tekad dan semangat, mahasiswi ini merancang program yang menjawab tantangan tersebut dengan mengubah daging durian menjadi produk bernilai tinggi dan menarik, yaitu eskrim durian.
Eskrim durian yang dihasilkan oleh program ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya saing dan daya jual produk olahan durian di Desa Dororejo. Produk ini menawarkan daya tarik bagi penggemar buah durian dan wisatawan yang mencari pengalaman kuliner yang unik. Dengan melibatkan penduduk setempat dalam pembuatan eskrim yang segar dan berkualitas, program ini telah menciptakan lapangan kerja tambahan yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Peran ilmu kimia dalam pembuatan eskrim durian ini tidak dapat diabaikan. Mahasiswi ini berhasil mengaplikasikan prinsip-prinsip ilmiah dalam proses perubahan fase, pembentukan kristal es, penggunaan bahan-bahan kimia, dan interaksi molekuler. Melalui pendekatan ini, ia menghadirkan produk eskrim yang berkualitas tinggi, dengan kandungan alami dan tanpa bahan pengawet.
Meskipun eskrim ini memiliki daya tahan yang terbatas, yakni hanya bertahan selama 3 bulan dalam freezer, tetapi hal ini memberikan peluang bagi penduduk Desa Dororejo untuk meningkatkan pendapatan mereka secara berkelanjutan. Hasil eskrim yang dihasilkan dari program ini bahkan telah dipresentasikan pada acara perkumpulan petani durian, memperlihatkan dampak positif dan inovasi lokal yang bisa diperoleh melalui kolaborasi dan peningkatan nilai tambah dalam produk olahan lokal.
[Gambar]
Foto Bersama Mahasiswa KKN di Acara Perkumpulan Petani Durian Doro
Dengan menyelesaikan program ini, mahasiswi KKN ini telah mengukir jejak positif dalam pembangunan lokal di Desa Dororejo. Pengolahan daging durian menjadi eskrim yang sehat dan segar, bersama dengan pemahaman ilmu kimia yang terlibat, adalah contoh nyata bagaimana pendidikan, inovasi, dan kerjasama dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Rabu, 16 Agustus 2023
[Gambar]
Dalam rangka KKN (Kuliah Kerja Nyata) tahun ini, para Mahasiswa Universitas Diponegoro menggali potensi ekonomi dan solusi ramah lingkungan di Desa Kalimojosari, menghasilkan kisah inspiratif tentang pemanfaatan sekam padi menjadi sumber berkah melalui pelatihan pembuatan briket arang.
Desa Kalimojosari yang terletak di tengah area pertanian ternyata menyimpan potensi besar yang belum banyak dieksplorasi. Salah satunya adalah penggunaan sekam padi yang sebelumnya dianggap sebagai limbah pertanian. Dalam upaya untuk mengurangi dampak lingkungan negatif dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat, kelompok mahasiswa KKN memutuskan untuk fokus pada pelatihan pembuatan briket arang dari sekam padi.
Briket arang adalah solusi yang sempurna untuk mengatasi permasalahan gundukan sekam padi yang biasanya dibakar dan menyebabkan polusi udara serta kerugian ekonomi. Dengan pelatihan yang didukung oleh para ahli dan instruktur, para petani dan warga desa diajarkan tentang proses kompresi sekam padi menjadi briket arang berkualitas tinggi. Langkah demi langkah, dari pemilihan bahan baku hingga teknik pengepresan, dipelajari dengan seksama.
Proses pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat Desa Kalimojosari, tetapi juga mengubah perspektif mereka tentang sekam padi. Dulu dianggap sebagai "sampah," kini sekam padi menjadi bahan berharga yang dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi. Dalam waktu singkat, desa ini berubah menjadi lokasi produksi briket arang yang ramah lingkungan.
Penggunaan briket arang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memberikan dampak positif pada ekonomi desa. Hasil produksi briket arang dijual secara lokal maupun di pasar-pasar terdekat. Pendapatan dari penjualan ini memberikan kontribusi nyata pada kesejahteraan masyarakat desa. Selain itu, tercipta pula lapangan pekerjaan baru, seperti tenaga pengepres dan distribusi, yang semakin menghidupkan roda perekonomian lokal.
[Gambar]
Kegiatan dimulai dengan penyuluhan mengenai pentingnya pemanfaatan limbah sekam padi menjadi arang briket untuk menikain nilai jual perekonomian Desa Kalimojosari. Limbah sekam padi yang didapatkan untuk penggunaan pelatihan pembuatan briket areng berasal dari pabrik penggilingan dari Dusun Kaliketing, Pekalongan. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memberikan informasi menyeluruh tentang pemanfaatan limbah sekam padi menjadi areng briket guna membuka peluang menaikan nilai perekonomian Desa Kalimojosari.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui koordinasi dengan para stakeholders, yaitu perangkat kelurahan dan RT RW Desa Kalimojosari. Target utama dari pelatihan ini adalah Warga Setempat sekitaran Dukuh Kaliketing. Partisipan terlihat sangat antusias dan partisipatif dalam pembuatan Bakso ikan tersebut.
Melalui kegiatan KKN ini, diharapkan dapat membantu mewujudkan peningkatan perekonomian di Desa Kalimojosari melalui pemanfaatan limbah sekam padi menjadi areng briket.
Penulis: Setiawan Fahar Aryanto
Dosen pembimbing: Septrial Arafat S.P., M.P
Lokasi: Desa Kalimojosari, Kec. Doro, Kab. Pekalongan
Senin, 14 Agustus 2023
[Gambar]
Dalam sebuah komitmen yang kuat terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Dinonegoro tahun ini telah mengambil langkah nyata dengan program "Pelatihan Penyulingan Minyak Jelantah." Dari sederhana namanya, program ini telah menjadi kekuatan berubahnya minyak jelantah dari limbah menjadi sumber daya bernilai.
Desa Kalimojsari, menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan limbah. Minyak jelantah dari berbagai rumah tangga sering kali berakhir di saluran air atau tempat pembuangan sampah, mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dalam upaya untuk mengatasi permasalahan ini, mahasiswa KKN telah meluncurkan program yang bertujuan untuk mendidik, memberdayakan, dan menciptakan solusi.
Selama 45 hari, kelompok mahasiswa KKN telah bekerja sama dengan warga desa untuk memberikan pelatihan mendalam tentang pentingnya mendaur ulang minyak jelantah. Dengan menggabungkan pendekatan pendidikan dan praktik langsung, mereka telah membimbing masyarakat tentang teknik penyulingan yang tepat untuk menghasilkan minyak jelantah yang dapat digunakan kembali.
Proses pelatihan mencakup berbagai aspek, mulai dari teknik pengumpulan minyak jelantah, penyaringan, hingga teknik penyulingan yang efisien. Para peserta diajarkan untuk memahami kualitas minyak jelantah yang baik dan bagaimana memprosesnya agar dapat digunakan dalam berbagai keperluan, seperti pembuatan sabun, lilin, atau bahan bakar alternatif.
Hasilnya tidak hanya terlihat dalam hal pemanfaatan kembali minyak jelantah, tetapi juga dalam kesejahteraan masyarakat. Warga desa telah mengalami perubahan positif dalam hal pemahaman tentang pengelolaan limbah dan dampak lingkungan. Minyak jelantah yang dulu dianggap sebagai sisa tak berguna, kini menjadi peluang ekonomi baru. Produk-produk yang dihasilkan dari proses penyulingan ini telah menemukan pasar di dalam dan luar desa, menciptakan pendapatan tambahan bagi masyarakat.
[Gambar]
Kegiatan dimulai dengan penyuluhan mengenai pentingnya pemanfaatan penyulingan minyak jelantah agar dapat digunakan kembali guna membantu mengurangi limbah minyak jelantah rumah tangga di Desa Kalimojosari. Limbah minyak jelantah rumah tangga yang didapatkan untuk penggunaan pelatihan penyulingan minyak jelantah agar dapat digunakan kembali berasal dari rumah makan dan limbah rumah tangga. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memberikan informasi menyeluruh tentang pemanfaatan penyulingan minyak jelantah agar dapat digunakan kembali guna membantu mengurangi limbah minyak jelantah rumah tangga di Desa Kalimojosari.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui koordinasi dengan para stakeholders, yaitu perangkat kelurahan dan ibu-ibu PKK. Target utama dari pelatihan ini adalah ibu-ibu PKK Desa Kalimojosari. Partisipan terlihat sangat antusias dan partisipatif dalam pelatihan tersebut.
Melalui kegiatan KKN ini, diharapkan dapat membantu mewujudkan pengurangan limbah minyak jelatah rumah tangga.
Penulis : Setiawan Fahar (S1 Fisika Universitas Diponegoro)
Senin, 14 Agustus 2023
[Gambar]
Doro, Kabupaten Pekalongan (28/8/2023). Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro 2023 menunjukan dedikasi melalui kegiatan Perpaduan Budidaya Ikan dengan Tanaman Sayur. Pelatihan Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) sebagai Upaya Membangun Ketahanan Pangan Mandiri di Desa Kalimojosari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan.
Desa Kalimojosari merupakan desa yang mayoritas masyarakatnya memiliki profesi sebagai petani. Dengan latar belakang daerah Kalimojosari yang agraris dan kurang banyak yang bergerak dibidang perikanan budidaya, membuahkan inovasi dimana harus mengkombinasikan kedua hal tersebut supaya lebih diterima di masyarakat. Ditambah lagi lahan dari tiap rumah warga yang terbatas serta tidak memungkinkan untuk dilakukannya kegiatan budidaya ikan konsumsi. Oleh karena itu Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memberikan inovasi berupa “alternatif” dari kolam tersebut kepada masyarakat setempat Desa Kalimojosari dimana dapat tetap melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan perikanan budidaya dengan lahan yang terbatas.
Budikdamber merupakan potensi solusi untuk budidaya perikanan dan pertanian di lahan terbatas dengan penggunaan air yang lebih efisien, mudah dilakukan di rumah dengan modal yang terjangkau serta memanfaatkan sampah plastik, dan mampu membantu pemenuhan gizi masyarakat. Budikdamber memiliki sejumlah keuntungan yang menonjol. Kelebihan utama dari budikdamber adalah kemampuannya untuk menghasilkan dua jenis produk sekaligus, yaitu ikan dan sayur, dalam satu media pemeliharaan. Metode ini juga memiliki keunggulan dalam hal penggunaan lahan yang tidak memerlukan luas, serta tidak bergantung pada listrik, suplai air yang besar, oksigen tambahan.
[Gambar]
Budikdamber tidak hanya menjadi solusi potensial bagi budidaya perikanan dan pertanian di lahan yang sempit, tetapi juga membuka peluang untuk mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi dan metode yang sederhana, budikdamber memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan, serta memperkuat kedaulatan pangan dalam skala rumah tangga.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui koordinasi dengan para stakeholders, yaitu perangkat kelurahan dan RW dan RT di Kalimojosari. Target utama dari pelatihan ini adalah RT dan RW Sekitar Posko TIM KKN II Kalimojosari. Warga setempat terlihat sangat antusias dan partisipatif dalam pembuatan Budikdamber tersebut.
Kegiatan Pelatihan ini memanfaatkan tempat gedung TPQ yang sudah tidak terpakai di depan masjid. Pada pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Budikdamber tersebut diawali dengan sosialisasi dengan powerpoint dan dilanjutkan dengan pelatihan secara langsung kepada partisipan pelatihan. Para warga mengatakan sangat terbantu dengan adanya pelaksanaan program pelatihan budikdamber ini dikarenakan memberikan solusi pelaksanaan pembudidayaan ikan serta sayuran guna ketahanan pangan rumah tangganya. Diharapkan program pelatihan budikdamber ini dapat langsung diterapkan oleh warga Kalimojosari.
Senin, 14 Agustus 2023
Kalimojosari, Pekalongan – Manajemen itu penting bagi sebuah organisasi karang taruna. Karang Taruna itu sendiri merupakan sebuah organisasi masyarakat yang menghidupkan kegiatan di sekitar lingkungan sosial masyarakat. Saat ini, karang taruna hanya dianggap sebagai organisasi penggerak kegiatan 17-an.
[Gambar]
Karang taruna di Desa Kalimojosari akan berganti periode ke anak-anak muda. Mahasiswa asal Universitas Diponegoro, Rafdil Al Ghifari memberikan beberapa tips & trick mengenai pentingnya manajemen organisasi di sebuah karang taruna.
Melihat adanya potensi yang dimiliki Desa Kalimojosari, Rafdil tergerak untuk memberikan dan berbagi ilmu kepada anggota karang taruna untuk menjadi wadah warga desa dalam mengembangkan potensi yang ada di Desa Kalimojosari. Maka dari itu, Rafdil menjelaskan dan sharing mengenai sebuah manajemen organisasi seperti struktur keorganisasian yang baik seperti apa, gimana caranya menyusun sebuah rancangan program kerja desa, hingga menjelaskan aspek-aspek apa saja yang perlu ditingkatkan oleh karang taruna untuk keberlangsungan Desa Kalimojosari.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan potensi Desa Kalimojosari dapat dimanfaatkan dan dikoordinir dengan baik oleh karang taruna Desa Kalimojosari.
Penulis: Rafdil Al Ghifari - FISIP
Dosen Pembimbing: Septrial Arafat, S.P., M. P.
Lokasi KKN: Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.
Senin, 14 Agustus 2023
[Gambar]
Doro, Kabupaten Pekalongan (28/8/2023). Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro 2023 menunjukan dedikasi melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Guna Menarik Minat Konsumsi Ikan dan Pencegahan Stunting pada Anak di Desa Kalimojosari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan.
Desa Kalimojosari merupakan desa yang memiliki persentase angka stunting yang rendah. Stunting merupakan permasalahan yang masih menjadi fokus di Indonesia dalam hal pencegahannya hingga saat ini. (Kurang Dasar pencegahan stunting). Anak-anak yang bertempat di Desa Kalimojosari kurang berminat untuk mengkonsumsi ikan, oleh karena itu Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro ingin memberikan inovasi berupa produk olahan guna menarik minat konsumsi pada anak-anak serta mencegah pertambahan angka stunting pada anak di desa Kalimojosari.
Menyadari pentingnya gizi dan nutrisi bagi pertumbuhan anak, tim mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memilih untuk mengenalkan ikan sebagai salah satu sumber makanan yang kaya nutrisi dan penting untuk perkembangan fisik dan mental. Namun, mereka juga menyadari bahwa beberapa anak cenderung enggan mengonsumsi ikan karena alasan tertentu, seperti rasa dan tekstur yang tidak familiar.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim KKN Universitas Diponegoro menciptakan pelatihan bakso ikan yang menyenangkan dan menarik bagi anak-anak. Dengan menggabungkan kreativitas dan pengetahuan gizi, mahasiswa ini berhasil menciptakan variasi bakso ikan yang lezat dan menyenangkan.
Kegiatan dimulai dengan penyuluhan mengenai pentingnya konsumsi ikan dan gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak serta melaksanakan pelatihan pembuatan bakso ikan secara langsung. Ikan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ikan nila, dikarenakan ikan nila merupakan opsi yang mudah dicari dipasaran terutama Pasar Doro, Pekalongan. Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro memberikan informasi menyeluruh tentang manfaat nutrisi yang terkandung dalam ikan dan cara memasukkan ikan dalam pola makan sehari-hari anak-anak.
[Gambar]
Kegiatan ini dilaksanakan melalui koordinasi dengan para stakeholders, yaitu perangkat kelurahan dan PKK di Kalimojosari. Target utama dari pelatihan ini adalah ibu ibu PKK sekitaran (dukuh) wonosari gede. Ibu-ibu PKK terlihat sangat antusias dan partisipatif dalam pembuatan Bakso ikan tersebut.
Melalui kegiatan KKN ini, diharapkan dapat membantu mewujudkan anak-anak yang lebih sehat, bebas dari masalah stunting, dan memiliki gizi yang optimal. Selain itu, para mahasiswa juga berupaya untuk memberikan pemahaman kepada para orangtua tentang pentingnya memperhatikan pola makan yang sehat bagi anak-anak mereka.
Penulis: Syauqi Romi Ramadhan
Dosen Pembimbing: Septrial Arafat S.P., M.P.
Lokasi: Desa Kalimojosari, Kec. Doro, Kab. Pekalongan
Senin, 14 Agustus 2023
[Gambar]
Kalimojosari, Pekalongan – Teknologi ada untuk membantu dan mempermudah manusia dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dapat dimanfaatkan dengan cerdas. Perkembangannya yang semakin pesat saat ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Semenjak adanya Covid-19, banyak masyarakat di seluruh dunia mengalami banyak perubahan. Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami dampak adanya Covid-19 khususnya dari segi perekonomian yang menyebabkan angka kemiskinan meningkat. Banyak perusahaan yang rugi dan akhirnya para pegawai dirumahkan secara paksa yang menyebabkan perekonomian keluarga menurun.
Dengan teknologi yang berkembang pesat sejak adanya Covid-19, hampir seluruh lapisan masyarakat beralih ke media digital untuk mendapatkan informasi dan merubah gaya hidup bermasyarakat saat ini. Hal tersebut dimanfaatkan oleh para pelaku usaha yang beralih ke media online dalam mencari pundi-pundi rupiah untuk menghidupi kebutuhan hidupnya.
Media sosial saat ini menjadi media yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Tentunya ini mempermudah para pelaku usaha online dalam memasarkan produknya. Namun dibalik itu semua, diperlukan strategi yang baik untuk mendapatkan pasar di media sosial, mulai dari mengetahui apa yang sedang viral, menentukan target pasar, mengetahui apa yang target sukai, hingga konten yang menarik.
Dari permasalahan diatas, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2023, Rafdil Al Ghifari melakukan sosialisasi pada tanggal 21 Juli 2023 mengenai “Pembuatan Konten Kreatif Bagi Para Pelaku usaha Di Desa Kalimojosari”. Kegiatan tersebut tertuju kepada para pelaku usaha online shop di Desa Kalimojosari. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat mendorong kreativitas para pelaku usaha online shop di Desa Kalimojosari agar lebih kreatif dalam memasarkan konten produk penjualan yang mereka jual.
Sosialisasi ini diadakan untuk memberikan penyuluhan kepada para pelaku usaha online shop dalam memasarkan produknya di media sosial, khususnya dalam segi pembuatan konten atau yand dikenal dengan istilah content marketing. Sosialisasi ini juga memberikan informasi tentang social commerce, pemasaran produk melalui Instagram dan Tiktok, pentingnya content marketing, dan tata cara pembuatan konten kreatif dalam memasarkan produk melalui media sosial.
Penulis: Rafdil Al Ghifari – FISIP
Dosen Pembimbing: Septrial Arafat, S.P., M. P.
Lokasi KKN: Desa Kalimojosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan
Senin, 14 Agustus 2023