di coba perk Desa Dororejo, Kec. Doro, Kab. Pekalongan (20/7/23). Dalam menghadapi kompleksitas dan dinamika dunia bisnis yang senantiasa berubah, tidak dapat diabaikan betapa krusialnya memiliki perencanaan usaha yang terstruktur. Perencanaan ini menjadi landasan esensial yang mendasari segala upaya dan keputusan dalam menjalankan bisnis. Business plan menjadi panduan strategis yang membimbing setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh para pelaku bisnis dalam merancang, mengembangkan, dan mengelola usaha mereka. Business plan bukan hanya sekadar sekumpulan kata-kata akan tetapi sebuah strategi yang mencakup rencana pemasaran yang sesuai target, pengelolaan sumber daya finansial yang lebih efisien, serta kemampuan merespon permasalahan yang mungkin muncul di masa mendatang.
Setelah melaksanakan survei terungkap bahwa sebagian besar petani durian di Desa Dororejo belum mengimplementasikan business plan dalam mengelola usaha mereka. Temuan tersebut menyiratkan perlunya sebuah inisiatif edukatif dan bimbingan untuk memberikan fondasi yang kokoh bagi para petani dalam mengelola usaha durian mereka. Dengan demikian program ini berupaya menjembatani celah tersebut, mendukung kemajuan ekonomi lokal, dan perkembangan komunitas petani durian di Desa Dororejo. Program ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada para petani durian di Desa Dororejo tentang betapa pentingnya pembuatan business plan dalam mengelola usaha mereka. Hal ini berlaku baik untuk usaha yang akan dijalankan maupun usaha yang tengah berjalan. Dengan adanya business plan diharapkan petani durian akan mampu meningkatkan efisiensi operasional, merumuskan strategi pemasaran yang lebih tepat, serta meminimalisir risiko bisnis.
Program ini secara khusus ditujukan kepada para petani durian yang berada di Desa Dororejo. Petani durian sebagai kelompok sasaran dalam program ini didasarkan pada alasan di mana mereka memiliki peran sentral dalam rantai pasok produk olahan durian nantinya, dari proses produksi hingga pemasaran. Dengan begitu, memberikan edukasi serta bimbingan dalam penyusunan business plan durian akan memiliki dampak nyata pada efisiensi dan keberlanjutan usaha para petani durian. Balai Desa Dororejo menjadi tempat pertemuan yang strategis bagi semua peserta yang berpartisipasi dalam program ini. Kehadiran mereka mengikuti program ini mencerminkan antusiasme tinggi dalam menggali pengetahuan baru yang dapat menguntungkan bisnis mereka yang akan datang.
Minggu, 20 Agustus 2023
[Gambar]
Dororejo, Kamis (20/07/2023) Mahasiswa KKN TIM II Undip Lakukan Sosialisasi Mengenai Teknik Packaging dan Labeling
Kamis, 20 Juli 2023 - Desa Dororejo menjadi saksi dari sebuah tempat yang penuh semangat dalam kegiatan yang bertujuan untuk memberikan wawasan baru kepada petani dan pengusaha di bidang pertanian. Melalui kegiatan perkumpulan kelompok Tani di Desa Dororejo, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro lakukan sosialisasi mengenai teknik packaging dan labeling guna meningkatkan daya tahan dan daya jual bahan pangan lokal.
Kemasan dan label memiliki peran krusial dalam bidang pertanian dan pangan karena menjadi komponen penting yang dapat menentukan daya tahan dan daya jual suatu produk. Produk yang akan dipasarkan tentunya membutuhkan kemasan yang baik dan sesuai agar tidak mengalami kerusakan selama penyimpanan sehingga menambah daya simpan produk. Selain itu, pemberian identitas pada kemasan untuk memberikan informasi dan menambah daya tarik. Maka dari itu, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro mengadakan sosialisasi mengenai teknik packaging yang tepat dan labeling informatif guna tingkatkan daya tahan dan daya jual bahan pangan lokal.
[Gambar]
Dororejo, Kamis (20/07/2023) Mahasiswa KKN TIM II Undip Ajak masyarakat Dororejo olah daging durian menjadi selai Durian.
Inovasi dalam pengolahan pangan lokal khususnya durian kembali menarik perhatian warga Desa Dororejo. Desa Dororejo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Desa ini memiliki potensi komoditas pertanian yang melimpah salah satunya berupa Durian. Buah durian di Desa Dororejo belum terlalu optimal dimanfaatkan dan seringkali menghadapi tantangan dalam pemanfaatannya. Durian panen biasanya hanya sebatas dijual tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro merasa perlu untuk mengatasi dan membuktikan bahwa buah durian dapat diolah menjadi produk yang menarik dan bernilai tinggi.Melalui kegiatan demonstrasi pengolahan buah durian, Fenya Fatma Santoso selaku mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro memberikan sosialisasi pembuatan selai durian sebagai solusi inovatif yang mudah dan praktis dalam proses pembuatannya.
[Gambar]
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa yang terlibat dalam program memberikan edukasi yang meliputi konsep dasar rencana bisnis, tujuan dari pembuatannya, unsur-unsur penting yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana bisnis, serta metode pembuatan rencana bisnis yang sederhana melalui presentasi menggunakan alat bantu visual yaitu powerpoint. Mahasiswa juga merancang leaflet yang berisi informasi singkat mengenai rencana bisnis serta menyajikan format rencana bisnis yang sederhana agar para peserta dapat dengan jelas melihat gambaran mengenai bagaimana ide bisnis yang dapat diwujudkan. Upaya ini menjadi langkah awal dalam menggugah imajinasi dan kreativitas peserta dalam merencanakan bisnis. Tidak hanya itu, program ini melibatkan tahap praktis yang intensif. Di mana para peserta tidak hanya akan diajarkan teori semata melainkan akan dipandu secara mendalam untuk menyusun business plan yang konkrit dan relevan dengan situasi bisnis mereka. Pendampingan yang intensif ini dilakukan oleh para mahasiswa sehingga setiap langkah dan pertimbangan dalam menyusun rencana bisnis dapat ditindaklanjuti dengan baik. Pendekatan ini secara efektif menghubungkan teori dengan praktik, memastikan bahwa pengetahuan yang diberikan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga memiliki nilai praktis yang dapat diimplementasikan dalam dunia bisnis yang sebenarnya.
Penulis : Muhammad Nur Hidayah Wahyu Budiyono / Prodi Manajemen - Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Lokasi : Kabupaten Pekalongan, Kecamatan Doro, Desa Dororejo
Dosen Pembimbing Lapangan: Septrial Arafat, S.P., M.P
[Gambar]
Doro (1/8). KKN Tim II Undip kembali terjun untuk memberikan aksi nyata terhadap perkembangan pendidikan bahasa Inggris di Desa Dororejo yang telah digadang-gadang. Salah satu mahasiswanya, Fira Ayu Rahmawati, berhasil mencetuskan revolusi bertajuk ‘Yuk, Belajar Bahasa Inggris di Perpustakaan Digital!’ yang merupakan sebuah program kerja untuk perkembangan pendidikan bahasa Inggris di Desa Dororejo melalui penyuluhan dan pelatihan penggunaan perpustakaan digital internasional Storyweaver kepada para pelajar di Desa Dororejo. Kegiatan tersebut dipersembahkan kepada masyarakat Desa Dororejo, khususnya para pelajar SD (Sekolah Dasar) dan SMP (Sekolah Menengah Pertama), dengan memperkenalkan sistematika dan penggunaan perpustakaan digital internasional berisikan buku cerita dwibahasa yang menarik sebagai salah satu cara untuk belajar bahasa Inggris dengan mudah dan menyenangkan.
Akar pencetusan program kerja tersebut adalah ketidakberadaan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar dan kurangnya media belajar bahasa Inggris yang dapat digunakan. Mayoritas pelajar di Desa Dororejo sekadar mengkonsumsi bahasa Inggris melalui ajaran mulut ke mulut, lagu, tulisan, atau video di internet yang tidak memberikan pengetahuan secara keseluruhan. Terlebih, tidak adanya pembelajaran bahasa Inggris di sekolah menyebabkan para pelajar menerima eksposur yang rendah dari pengetahuan berbasis bahasa Inggris. Melihat masalah yang ada, diperlukan sebuah penyuluhan atau pelatihan media pembelajaran baru yang tidak hanya memberikan sebuah akses untuk belajar bahasa Inggris, tetapi juga mencocokkan media pembelajaran dengan tendensi para pelajar di Desa Dororejo untuk mengkonsumsi berbagai pengetahuan dari internet. Oleh karena itu, penyuluhan dan pelatihan penggunaan perpustakaan digital Storyweaver diciptakan dan diperuntukkan bagi para pelajar Desa Dororejo. Storyweaver sendiri dipilih sebagai media pembelajaran tersebut karena segudang manfaatnya, yakni ketersediaan 54,000 buku cerita dengan 339 bahasa (termasuk bahasa Indonesia), ketersediaan level membaca dari yang terendah ke yang tertinggi, ketersediaan fitur terjemahan setiap buku cerita ke bahasa Indonesia, dan ketersediaan fitur untuk membaca, mengunduh, dan mencetak setiap buku cerita.
Program ‘Yuk, Belajar Bahasa Inggris di Perpustakaan Digital!’ pun dilaksanakan di hari Jumat, 28 Juli 2023, dan hari Selasa, 1 Agustus 2023. Program tersebut dilangsungkan secara merata untuk para pelajar kelas 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an) Dukuh Doromantek, TPQ Dukuh Dorowetan, dan TPQ Perumnas Desa Dororejo. Para pelajar setiap dukuh diundang untuk berkumpul di TPQ masing-masing dukuh dengan pemberitahuan pembawaan telepon genggam sebagai sarana pelatihan. Setelahnya, mereka disambut oleh KKN Tim II Undip yang sudah bersiap untuk mengedukasikan Storyweaver kepada mereka.
Kegiatan penyuluhan dan pelatihan perpustakaan digital Storyweaver dimulai dengan pemberian edukasi tentang pentingnya belajar bahasa Inggris sejak kecil, terutama di era globalisasi yang memerlukan pengetahuan bahasa Inggris berskala besar karena bahasa Inggris telah menjadi bahasa internasional yang wajib untuk dipelajari. Diberikan pula informasi terkait sumber-sumber belajar bahasa Inggris di era yang serba digital, termasuk salah satunya adalah Perpustakaan Digital Storyweaver. Sehingga, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Storyweaver sebagai sebuah perpustakaan digital bermanfaat yang dapat digunakan oleh para pelajar di Desa Dororejo sebagai salah satu media belajar bahasa Inggris.
Setelah sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dan pelatihan penggunaan Storyweaver oleh KKN Tim II Undip dan para pelajar yang terlibat. Pertama, para pelajar dipandu untuk mendaftar sebagai pembaca resmi di situs Storyweaver. Kedua, mereka dipandu untuk mengakses buku-buku cerita di dalamnya. Ketiga, mereka dipandu untuk memilih salah satu buku edukatif tentang jenis-jenis kucing liar dalam bahasa Inggris untuk kemudian dibaca bersama-sama. Selanjutnya, mereka diarahkan untuk memilih versi bahasa Indonesia buku cerita tersebut. Kemudian, mereka ditantang untuk membaca kedua versi buku cerita dengan lantang, sebelum diberikan hadiah atas keberanian dan kemampuan mereka.
Para pelajar di setiap dukuh menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti kegiatan. Mereka tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga menikmati proses pembelajaran melalui buku cerita yang menggugah imajinasi. “Seru sekali! Ceritanya keren-keren dan kita dapat hadiah,” ucap salah satu pelajar.
Kegiatan tersebut menjadi sebuah revolusi terhadap perkembangan pendidikan bahasa Inggris di Desa Dororejo karena para pelajar mendapatkan media pembelajaran dan keasyikan baru yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membekalkan pengetahuan untuk masa depan mereka. Harapannya, kegiatan tersebut mampu memotivasi lebih banyak anak-anak di Desa Dororejo untuk meraih penguasaan bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Dengan berakhirnya program kerja tersebut, telah disemogakan akan ada banyak siswa dan siswi SD dan SMP di Desa Dororejo yang semakin terinspirasi untuk belajar bahasa Inggris dengan semangat dan penuh antusiasme.
Jumat, 18 Agustus 2023
[Gambar]
Doro (26/7). Semangat para pelajar di Desa Dororejo untuk mempelajari bahasa Inggris dibangkitkan dengan kegiatan belajar dan mengajar oleh Fira Ayu Rahmawati, salah satu mahasiswi anggota KKN Tim II Undip di Desa Dororejo. Kegiatan tersebut bertajuk ‘English with Fun!’: sebuah program belajar dan mengajar bahasa Inggris yang tidak hanya dilaksanakan melalui pemaparan materi secara konvensional, tetapi juga melalui penayangan dan pemutaran video pembelajaran bernyanyi kepada para pelajar sekolah dasar di Desa Dororejo. Tujuannya adalah agar para pelajar dapat mempelajari bahasa Inggris dengan asyik dan menyenangkan ketika telah diketahui bahwa para pelajar di Desa Dororejo belum menerima pembelajaran bahasa Inggris sejak kecil.
Berdasarkan fakta bahwa Desa Dororejo merupakan salah satu desa di Kabupaten Pekalongan yang para pelajarnya tidak menerima pembelajaran bahasa Inggris sejak SD (Sekolah Dasar), program ‘English with Fun!’ pun dicetuskan. Program tersebut dilaksanakan selama dua hari, Selasa dan Rabu, tanggal 25 dan 26 Juli 2023 di SDN 01 Dororejo, dengan peserta sejumlah kurang lebih delapan puluh (80) orang siswa dari kelas 3A, 3B, 4, dan 5 yang termasuk ke dalam para pelajar dengan keharusan darurat untuk mempelajari bahasa Inggris. Meraih luas tersebut, program ‘English with Fun!’ dipadatkan dengan materi bahasa Inggris dasar tentang hari-hari, warna-warna, dan buah-buahan yang kata-katanya sering ditemui dan dipakai di kehidupan sehari-hari, sehingga dapat langsung dimanfaatkan dalam keseharian para pelajar.
Tidak sampai di situ, program ‘English with Fun!’ diluweskan dengan tiga nyanyian yang lirik setiap nyanyiannya merupakan materi dari apa yang sudah disampaikan: materi hari-hari, warna-warna, dan buah-buahan. Nyanyian tersebut disajikan melalui penayangan video dan pemutaran audio setelah materi tertulis tentang hari-hari, warna-warna, dan buah-buahan disampaikan. Kemudian, para pelajar diajak untuk menghafalkan nyanyian tersebut dengan menyanyikannya selama beberapa kali, sebelum akhirnya mereka ditantang untuk menjawab pertanyaan latihan dan kuis berhadiah.
[Gambar]
Para pelajar kelas 3, 4, dan 5 SDN 01 Dororejo sangat antusias mengikuti acara dari program tersebut. Sejak awal hingga akhir acara, mereka bersikap atentif terhadap materi yang diberikan, tanggap terhadap nyanyian yang disenandungkan, cepat dan tepat dalam menjawab soal latihan dan kuis, serta semangat untuk melakukan rangkaian acara program secara keseluruhan. Mereka langsung menggunakan bahasa Inggris yang telah diajarkan di sela-sela percakapan mereka dan berhasil mengejutkan guru dengan kosakata bahasa Inggris yang baru mereka pelajari tersebut. “Seru sekali. (Aku) Jadi tahu bahasa Inggris,” ucap salah satu siswa.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, diperoleh hasil bahwa pembelajaran bahasa Inggris bagi para pelajar di Desa Dororejo melalui materi dan nyanyian dinilai sangat efektif untuk diterapkan. Para pelajar tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk belajar materi-materi baru, tetapi juga mendapatkan hiburan dan keasyikan yang membuat mereka semakin bersemangat untuk mempelajari bahasa Inggris. Oleh karena itu, besar harapannya bagi SDN 01 Dororejo dan SD-SD di Desa Dororejo yang lain untuk dapat memajukan edukasi bahasa Inggris melalui materi dan nyanyian serupa di kemudian hari.
Pada akhirnya, program ‘English with Fun!’ merupakan salah satu katalis atau pemacu yang dapat mendorong pendidikan di Desa Dororejo untuk berkembang. Program tersebut menjawab urgensi para pelajar SD yang memerlukan eksposur bahasa Inggris sejak dini. Program tersebut juga ditekadkan untuk memberikan pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris dasar kepada para pelajar SD di Desa Dororejo sebagai bentuk pengenalan terhadap bahasa Inggris sebagai bekal pengetahuan di masa yang akan datang. Terlebih, mengingat fakta bahwa anak-anak memiliki keharusan untuk menguasai bahasa Inggris sesegera mungkin di era globalisasi ini, program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu contoh untuk pengembangan pendidikan bahasa di Desa Dororejo bagi masa depan yang lebih baik.
Kamis, 17 Agustus 2023
Kegiatan ini dilaksanakan di aula Balai Desa Dororejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan pada hari Kamis, 20 Juli 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh petani maupun pengusaha di bidang Pertanian di kecamatan Doro. Acara yang dimulai pukul 14.00 ini menghadirkan beragam rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai teknik packaging dan labeling. Penyampaian materi teknik packaging dan labeling dilakukan oleh Fenya Fatma Santoso selaku mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro. Pertama-tama, Fenya menjelaskan mengenai pentingnya kemasan dan memberikan salah satu contoh teknologi pengemasan berupa vakum sealer dalam menjaga daya tahan bahan pangan.
Selain diberikan penjelasan mengenai teknik packaging, dalam sesi kegiatan ini juga dilakukan sesi praktik penggunaan vakum sealer agar peserta dapat merasakan sendiri manfaat dari teknik packaging. Peserta diajak untuk berinteraksi langsung dengan alat vakum sealer sehingga peserta dapat memahami secara langsung cara menggunakan vakum sealer dalam mengemas produk pertanian. Pentingnya label kemasan juga menjadi sorotan dalam presentasi. Dalam presentasinya, Fenya menjelaskan bagaimana label yang informatif dapat memberikan informasi penting kepada konsumen, seperti tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, dan komposisi bahan karena dalam hal ini dapat memberikan konsumen kepercayaan dan membantu dalam membuat keputusan pembelian.
[Gambar]
Antusiasme Peserta dalam Praktik Penggunaan Vakum Sealer
Peserta kegiatan sangat antusias dalam memperhatikan dan mendengarkan materi. Peserta juga turut berpartisipasi aktif dalam mempraktikan cara penggunaan alat vacuum sealer. Harapannya kegiatan ini memiliki dampak yang positif dalam memberikan pengetahuan baru kepada peserta tentang cara meningkatkan daya tahan dan daya jual bahan pangan lokal melalui teknik packaging dan labeling yang efektif. Melalui pengetahuan yang diperoleh diharap peserta dalam usaha pertanian dan bisnis mereka dapat mengaplikasikannya untuk meningkatkan kualitas produk dan peningkatan daya saing di pasar.
Rabu, 16 Agustus 2023
Fenya dalam presentasinya menjelaskan bahwa selai durian memiliki masa simpan yang cukup lama yang memungkinan durian untuk dinikmati sepanjang tahun. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi petani dan pengusaha durian di Desa dororejo yang dapat menjual produk mereka dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Melalui kegiatan ini peserta tidak hanya dijelaskan mengenai cara pembuatan selai durian, namun juga dijelaskan mengenai manfaat diversifikasi pangan berbasis potensi lokal. Pengolahan durian menjadi selai durian tidak hanya menghadirkan inovasi pangan praktis, tetapi juga mendukung potensi pangan lokal di Desa Dororejo.
[Gambar][Gambar]
Kegiatan yang diadakan di aula Balai Desa Dororejo mendapat sambutan positif dari peserta kegiatan demonstrasi pengolahan durian. Mereka sangat antusias mendengarkan dan memperhatikan materi yang disampaikan. Harapannya melalui kegiatan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memotivasi petani serta pengusaha di Desa Dororejo untuk terus berinovasi dalam pengolahan produk pertanian.
Rabu, 16 Agustus 2023
[Gambar]
Pemeriksaan Kesehatan Wanita Usia Produktif di Dukuh Dorokulon, Desa Dororejo
Desa Dororejo, Kecamatan Doro, Pekalongan (16/08/2023) - Dalam semangat pengabdian dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, seorang mahasiswi dari Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) telah menyelesaikan program monodisiplinnya dengan sukses. Program ini berjalan dari tanggal 17 Juli 2023 sampai 28 Juli 2023. Program ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan skrining kesehatan pada wanita usia produktif di wilayah Desa Dororejo.
Latar belakang program ini muncul dari fakta bahwa cakupan pelayanan skrining kesehatan pada wanita usia produktif di Desa Dororejo belum mencapai target yang diharapkan. Dalam upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan ini, mahasiswi ini merancang program "Pemeriksaan Kesehatan Wanita Usia Produktif." Tujuan utamanya adalah memantau kesehatan penduduk usia produktif dan memastikan bahwa mereka tetap dalam kondisi kesehatan yang normal.
Program ini dilaksanakan di berbagai majelis pengajian yang ada di setiap dukuh di Desa Dororejo, sebagai upaya untuk merangkul masyarakat setempat. Mahasiswi ini bekerja sama dengan kader Posbindu dukuh setempat, yang memiliki peran penting dalam membantu mendekati masyarakat dan memberikan pelayanan kesehatan dasar.
Dalam rangkaian pemeriksaan kesehatan, berbagai aspek kesehatan penting dinilai. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, lingkar pinggang, tekanan darah, dan kadar gula darah. Data yang dikumpulkan dari pemeriksaan ini membantu memberikan gambaran tentang kesehatan individu dan kesehatan komunitas secara keseluruhan. Ketika peserta tiba di lokasi pemeriksaan, mereka pertama kali menjalani pengukuran berat badan dan lingkar pinggang. Hasil pengukuran ini akan digunakan sebagai acuan untuk menilai status gizi dan risiko obesitas. Setelah itu, peserta mengikuti pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah. Hal ini penting untuk mengetahui risiko hipertensi dan diabetes. Hasil pemeriksaan kesehatan kemudian diberikan kepada setiap peserta secara personal. Jika ditemukan hasil yang menunjukkan adanya risiko kesehatan, peserta akan mendapatkan edukasi dan saran mengenai langkah-langkah yang bisa diambil untuk menjaga kesehatan. Selain itu, para peserta juga diajak untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
[Gambar]
Pemeriksaan Kesehatan Wanita Usia Produktif di Dukuh Doromantek, Desa Dororejo
Pemeriksaan kesehatan ini merupakan salah satu langkah konkret yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan perempuan usia produktif di Desa Dororejo. Dengan menjaga kesehatan tubuh, diharapkan perempuan tersebut dapat berkontribusi secara optimal dalam kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan mereka. Kegiatan ini juga menciptakan kesadaran yang lebih baik akan pentingnya pencegahan penyakit melalui gaya hidup sehat dan perawatan diri yang tepat.
Kepala Desa Dororejo, Bapak Alimin Slamet, mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh mahasiswi KKN ini. "Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, terutama dalam menjaga kesehatan wanita usia produktif. Kami sangat menghargai inisiatif untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih luas dan merata di Desa Dororejo."
Dengan menyelesaikan program "Pemeriksaan Kesehatan Wanita Usia Produktif," mahasiswi KKN ini telah membantu memberikan layanan kesehatan yang bermanfaat dan tepat sasaran bagi wanita usia produktif di Desa Dororejo. Dengan pemantauan kesehatan yang lebih baik, diharapkan bahwa tingkat kesehatan penduduk usia produktif dapat meningkat dan kualitas hidup mereka akan semakin baik.
Rabu, 16 Agustus 2023
[Gambar]
Sosialisasi oleh ibu Karimatur Rizqi, S.Gz
Dororejo, Kabupaten Pekalongan (16/08/2023) - Salah satu faktor krusial bagi kehidupan anak adalah masa tumbuh kembang anak. Segala aspek haruslah mendapat perhatian untuk memastikan anak memiliki tumbuh kembang yang baik. Stunting merupakan salah satu masalah yang kerap terjadi dalam pertumbuhan anak. Stunting merupakan hal yang perlu mendapat perhatian tersendiri di Indonesia. Menurut data RISKESDAS 2019 terdapat 29.9% balita yang mengalami stunting, yang artinya telah melewati batas maksimal 20%. Hal ini sejalan dengan hasil survei di Desa Dororejo dimana angka stunting yang tidak terlalu tinggi, akan tetapi tetap perlu dilakukan penyuluhan mengenai bahaya dan pencegahan stunting.
Berdasarkan hal tersebut TIM II KKN UNDIP 2022/2023 pada Desa Dororejo mengangkat tema “Pencegahan Stunting” sebagai bentuk pengabdian terhadap Masyarakat. Mahasiswa yang ditempatkan di Desa Dororejo mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya ibu-ibu usia produktif untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya melakukan pencegahan stunting melalui program multidisiplin “Cegah Stunting Sebelum Genting”. Program ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita untuk menjaga asupan gizi anak pada masa awal pertumbuhan agar tidak terjadi masalah mengenai kekurangan gizi serta tumbuh kembang yang tidak sempurna pada anak balita (stunting).
[Gambar]
Penyerahan sertifikat apresiasi dari Ketua Pelaksana kepada ibu Karimatur Rizqi, S.Gz
Pada kegiatan sosialisasi stunting untuk kelas ibu dan balita yang bertempat pada balai desa Dororejo pada hari Sabtu, 29 Juli 2023 Kecamatan Doro, Desa Dororejo. Mahasiswa Universitas Diponegoro bersama dengan kader posyandu dan Puskesmas Doro I untuk berkolaborasi dalam merealisasikan acara program multidisiplin. Pada acara program Cegah Stunting Sebelum Genting diisi oleh perwakilan Puskesmas Doro I yaitu ibu Karimatur Rizqi, S.Gz sebagai ahli gizi untuk memberikan informasi yang tepat dan akurat.
Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan pembukaan acara oleh MC dan menyanyikan Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan oleh ibu kepala desa Dororejo yaitu ibu Isti Komariah. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh ibu Karimatur mengenai pengertian stunting, strategi untuk mencegah stunting, rekomendasi pemberian makan pada bayi, periode pemberian makan pada bayi, syarat dan kualitas makanan pendamping asi. Untuk memudahkan para peserta untuk memahami materi yang disampaikan mahasiswa menampilkan powerpoint mengenai materi pencegahan stunting. Para mahasiswa KKN TIM II UNDIP melakukan demonstrasi pembuatan makanan pendamping asi sebagai referensi untuk para ibu balita. Selain itu, untuk dapat menarik perhatian anak balita yang hadir mahasiswa juga membagikan makanan pendamping asi berupa biskuit, susu dan makanan ringan untuk para ibu. Terdapat sesi tanya jawab yang ditanyakan oleh para peserta, menandakan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan cegah stunting sebelum genting. Kegiatan diakhiri dengan pemberian sertifikat kepada pembicara oleh mahasiswa KKN TIM II UNDIP serta foto bersama.
Dengan adanya program ini, diharapkan peserta yang hadir dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Dororejo mengenai pentingnya pencegahan stunting pada anak sedini mungkin. Selain itu, diharapkan menjadi pelopor untuk menciptakan pola hidup sehat dan memberikan asupan gizi yang baik, sehingga menciptakan Desa Dororejo desa bebas terindikasi stunting
[Gambar]
Lampiran 1. Pendaftaran Peserta dan Pembagian MPASI
[Gambar]
Lampiran 2. Foto bersama panitia dengan ibu Karimatur Rizqi, S.Gz, Lurah Dororejo, dan Danramil Doro
Rabu, 16 Agustus 2023
[Gambar]
Pemaparan Materi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba bagi Kesehatan Fisik & Mental oleh Narasumber dari Puskesmas Doro 1
Desa Dororejo, Kecamatan Doro, Pekalongan (16/08/2023)- Dalam upaya mencegah dan mengatasi permasalahan penyalahgunaan narkoba yang semakin mengkhawatirkan, seorang mahasiswi dari Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) telah berhasil menyelenggarakan talkshow dengan tema "Desa Dororejo Anti Narkoba" pada hari Minggu, 29 Juni 2023. Talkshow ini merupakan bagian dari program monodisiplinnya yang telah selesai dengan sukses.
Pentingnya isu ini mendorong mahasiswi ini untuk mengambil tindakan nyata. Angka penyalahgunaan narkoba yang cukup tinggi di Kecamatan Doro, termasuk Desa Dororejo, menjadi latar belakang yang menginspirasi pelaksanaan talkshow ini. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi dan informasi yang akurat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, baik bagi kesehatan fisik maupun mental.
Talkshow "Desa Dororejo Anti Narkoba" diadakan di aula Balai Desa Dororejo, yang menjadi tempat berkumpul warga setempat. Narasumber utama talkshow ini adalah salah satu tenaga kesehatan dari Puskesmas Doro 1, yang memiliki pemahaman mendalam tentang dampak buruk narkoba terhadap individu dan masyarakat. Dalam sesi ini, narasumber memberikan penjelasan tentang efek merusak narkoba serta pentingnya pencegahan.
Narasumber juga memaparkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat merusak jaringan saraf dalam otak, mengganggu keseimbangan kimia tubuh, dan bahkan mengakibatkan kerusakan permanen pada organ vital. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga memicu masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan jiwa lainnya.
Peserta dari talkshow ini adalah anggota karang taruna Desa Dororejo, sekelompok pemuda-pemudi yang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam mewujudkan perubahan positif. Mereka adalah kunci dalam mengedukasi sesama teman sebaya tentang bahaya narkoba. Diskusi dan tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber membantu membangun pemahaman yang lebih dalam tentang urgensi mencegah penyalahgunaan narkoba.
Kepala Desa Dororejo, Bapak Alimin Slamet, menyambut baik inisiatif dan upaya yang telah dilakukan oleh mahasiswi KKN ini. "Program ini memberikan perhatian serius terhadap isu yang sangat penting di masyarakat kami. Edukasi adalah langkah pertama dalam melawan penyalahgunaan narkoba, dan kami berterima kasih kepada mahasiswi yang telah membantu membawa pengetahuan ini ke Desa Dororejo."
Melalui talkshow ini, mahasiswi KKN ini berhasil mencapai tujuan edukasi dan kesadaran yang diharapkan. Informasi yang disampaikan oleh narasumber akan membantu warga Desa Dororejo memahami bahaya penyalahgunaan narkoba secara lebih mendalam. Harapannya adalah bahwa melalui edukasi ini, tingkat penyalahgunaan narkoba di Desa Dororejo akan menurun, dan masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental serta kehidupan yang berkualitas.
[Gambar]
Foto bersama panitia program kerja "Talkshow Desa Dororejo Anti Narkoba" dengan Pemateri yakni Pak Daryanto, S.H. dan Pak Lurah Desa Dororejo yakni Pak Alimin Slamet
Rabu, 16 Agustus 2023
[Gambar]
Sosialisasi Kekerasan Seksual di Dukuh Doromantek
Dororejo, Doro, Kabupaten Pekalongan (16/08/2023) - Sebuah langkah progresif telah diambil oleh masyarakat Desa Dororejo dalam merespons meningkatnya angka kekerasan seksual di wilayah ini. Program Sosialisasi Kekerasan Seksual telah dicanangkan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk memberikan infromasi dan kesadaran kepada para ibu dan warga sekitar tentang bahaya kekerasan seksual, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah dan menghadapinya.
Dalam hasil survei dan konsultasi dengan Anggota Kepolisian Pekalongan, Bapak Daryanto, S.H., ditemukan fenomena yang mengkhawatirkan di Kabupaten Dororejo yakni peningkatan kasus kekerasan seksual selama tiga bulan terakhir. Total kasus mencapai angka 9, dengan beberapa korban berusia di bawah umur bahkan ada yang baru berusia 4 tahun. Hal yang membuat situasi lebih mengkhawatirkan adalah sebagian besar pelaku kekerasan adalah orang terdekat dari korban, yang membuat kondisi semakin rumit dan memilukan.
Program ini memiliki beberapa tujuan utama yakni memberikan pemahaman yang mendalam kepada para ibu-ibu mengenai kekerasan seksual, termasuk dampak psikologis dan langkah-langkah pencegahan. Selain itu, mendorong para ibu-ibu untuk mengambil peran aktif dalam menjaga dan melindungi anak-anak dari bahaya kekerasan seksual. Dan tujuan yang terakhir yakni menyebarkan informasi tentang bagaimana dan kepada siapa melaporkan kasus kekerasan seksual, sehingga masyarakat dapat dengan percaya diri mengambil tindakan saat menghadapi situasi serupa.
[Gambar]
Program Sosialisasi Kekerasan Seksual ini dilakukan di dukuh-dukuh di Desa Dororejo. Tim KKN Universitas Diponegoro masuk ke pengajian tiap dukuh agar lebih mudah untuk mengumpulkan para ibu-ibu. Ini memberikan kesempatan bagi para ibu-ibu untuk mendapatkan informasi dan bertanya-tanya langsung kepada narasumber. Selain ilmu yang diberikan secara lisan, diberikan pula poster yang dipasang ditiap sudut strategis di Desa Dororejo yang memuat kontak aduan Polsek Doro, agar apabila ibu-ibu berhadapan dengan kasus Kekerasan Seksual sudah tahu kemana harus melapor
Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan masyarakat Desa Dororejo akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kekerasan seksual dan langkah-langkah yang dapat mereka ambil untuk melindungi anak-anak dan diri sendiri. Dengan melibatkan ibu-ibu secara aktif, program ini dapat membentuk lingkungan yang lebih aman dan sadar di Desa Dororejo. Program Sosialisasi Kekerasan Seksual ini merupakan upaya nyata dari KKN Tim II Universitas Diponegoro di Desa Dororejo dalam melawan ancaman serius yang mengganggu kesejahteraan dan masa depan anak-anak. Semua elemen masyarakat berkomitmen untuk bekerja sama, dan dengan informasi yang tersebar luas, diharapkan kasus kekerasan seksual dapat ditekan dan masyarakat dapat hidup dengan lebih aman dan tenang.
[Gambar]
Poster yang disebarkan di Dukuh-Dukuh Dororejo
Rabu, 16 Agustus 2023