Pekalongan (11/08/2023) - Sebagai upaya dalam meningkatkan kepedulian masyarakat Desa Kutosari untuk menjaga lingkungan dan mengetahui mitigasi gempa bumi, Mahasiswi KKN Undip membuat beberapa poster yang diisi dengan informasi yang menarik dan bermanfaat. Pemasangan poster juga diikuti dengan edukasi yang dilakukan di Balai Desa dan SD N Kutosari pada Jumat, 21 Juli 2023.
Pemilihan program ini dirancang guna meningkatkan budaya literasi sekaligus menerapkan ekolinguistik dalam sebuah poster yang dapat dibaca dan diterapkan oleh pembacanya. Penempatan poster juga mempengaruhi berjalannya program ini. Maka dari itu, Mahasiswi Sastra Indonesia yang akrab disapa Amel, menetapkan lokasi poster di Balai Desa Kutosari, SD N Kutosari, dan Gedung Serbaguna Dukuh Gumelar yang sering digunakan masyarakat untuk bermain bulu tangkis.
“Isu lingkungan adalah salah satu hal yang menjadi fokus dari Tim II KKN Undip Desa Kutosari. Maka dari itu, saya memiliki keinginan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan membuat poster yang menarik dan juga bermanfaat,” ujar Stephani Amelia Sinurat.
Penulis: Stephani Amelia Sinurat - FIB, Sastra Indonesia
Jumat, 11 Agustus 2023
Kec. Doro, Kab. Pekalongan (03/08/2023) Di era digitalisasi, penggunaan teknologi semakin memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam manajemen keuangan. Pencatatan keuangan yang efisien menjadi salah satu kunci bagi perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun sering kita jumpai pada UMKM di Indonesia adalah bagaimana ketidakpedulian mereka dalam pencatatan keuangan dalam usaha mereka. Biasanya para UMKM hanya mencatat keuangan mereka dengan cara manual atau bahkan ada yang tidak mencatat sama sekali karena menganggap usaha mereka masih dikategorikan usaha kecil.
Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh mahasiswa Tim II KKN Undip pada UMKM di Desa Doro diketahui bahwa pencatatan keuangan dilakukan secara manual melalui kertas. Selain itu beberapa UMKM di Desa Doro tidak melakukan pencatatan keuangan usaha mereka. Salah satu alasan ketidakpedulian dalam pencatatan keuangan adalah karena UMKM lebih fokus pada upaya meningkatkan penjualan. Sehingga, pentingnya pencatatan keuangan untuk mengukur profitabilitas dan efisiensi bisnis seringkali diabaikan.
Menanggapi permasalahan tersebut, Mahasiswa Tim II KKN Undip, Fitria Sembayu Atmadja dari program studi D4 Akuntansi Perpajakan melakukan program digitalisasi pencatatan keuangan dengan menggunakan aplikasi BukuWarung. Kegiatan sosialiasi ini dilaksanakan pada hari Selasa, 01 Agustus 2023 kepada salah satu UMKM di Desa Doro. Tujuan dilakukan sosialisasi ini adalah untuk memberikan gambaran tentang apa itu aplikasi BukuWarung, fitur-fitur yang ditawarkan, bagaimana cara mencatat pemasukan, bagaimana mencatat pengeluaran. Selain itu, dilakukan juga pemberian modul digitalisasi pencatatan keuangan melalui aplikasi BukuWarung.
Kec. Doro, Kab. Pekalongan (03/08/2023) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pungutan yang harus dibayar atas kepemilikan tanah dan bangunan yang memberikan manfaat dan status sosial ekonomi bagi seseorang atau badan yang memiliki hak atau manfaat dari tanah dan bangunan tersebut. Setiap warga negara wajib untuk membayar pajak untuk pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Namun seringkali masyarakat terlambat membayar pajak salah satunya yaitu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya yaitu metode pembayaran yang kurang efisien.
Berdasarkan informasi tersebut salah satu desa di Kecamatan Doro yaitu Desa Doro masih banyak warga yang membayar PBB secara offline melalui kantor pos maupun Kepala Dukuh yang ditugaskan memungut PBB secara kolektif. Hal ini sering menjadi kendala karena memakan waktu yang lama. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu anggota Tim II KKN Universitas Diponegoro, Fitria Sembayu Atmadja dari program studi D4 Akuntansi Perpajakan melakukan sosialisasi tentang tatacara pembayaran PBB secara online melalui beberapa aplikasi e-commerce dan m-Banking.
[Gambar]
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Sabtu (22/07/23) secara verbal kepada warga di Desa Doro dengan mengunjungi rumah warga yang bersedia untuk dipandu dalam pembayaran PBB secara online serta tulisan berupa poster yang dipasang di Balai Desa Doro untuk memudahkan warga yang ingin membayar PBB secara online.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan warga Desa Doro dapat membayar PBB secara mandiri melalui online untuk memudahkan warga dalam membayar PBB dimanapun dan kapanpun sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan desa serta peningkatan fasilitas publik yang bermanfaat bagi masyarakat.
[Gambar]
Desa Doro, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan (25/07/23) - Desa Doro yang terletak di Kabupaten Pekalongan merupakan desa yang menjadi pusat perdagangan di Kecamatan Doro. Mayoritas dari warganya merupakan pedagang, yang dimana beberapa dari mereka juga datang dari sektor industri, pertanian dan peternakan. Desa Doro memiliki banyak potensi untuk diperlihatkan ke masyarakat luas. Namun, sayangnya, Desa Doro belum mempunyai nama yang cukup besar di kalangan luas.
Melihat keadaan tersebut, Aiko Nisa Safitri, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, mempunyai keinginan untuk Desa Doro mempunyai popularitas yang lebih tinggi. Berangkat dari keinginan tersebut, Aiko membuat program kerja yang mengadakan media sosial desa, lebih tepatnya Instagram. Instagram desa dibuat agar Desa Doro memiliki eksistensi di platform online yang sering digunakan masyarakat. Instagram tersebut dapat dipakai untuk memperkenalkan Desa Doro dan potensinya terhadap masyarakat di luar Desa Doro.
Tak hanya sampai pengadaan media sosial, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro tersebut membuat beberapa konten-konten perkenalan Desa Doro. Perkenalan tersebut meliputi Balai Desa Doro, yaitu kantor pusat perangkat desa untuk mensejahterakan warganya. Selain itu, perkenalan anggota perangkat desa juga dipublikasikan agar masyarakat tahu orang-orang di balik kemajuan Desa Doro. Dengan konten-konten perkenalan ini, Aiko berharap anggota perangkat desa dapat menggunakannya dengan baik untuk memperkenalkan lebih lanjut keunggulan dari Desa Doro.
Penulis: Aiko Nisa Safitri
[Gambar]
Desa Doro, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan (27/07/23) - Permasalahan narkotika sudah menjadi problematika yang sudah lama ada di Indonesia. Jumlah pengguna yang menyalahgunakan narkotika untuk kepentingan personal kian meningkat tiap tahunnya. Desa Doro yang bertempat di Pekalongan juga mengalami permasalahan tersebut. Melihat kondisi itu, Aiko Nisa Safitri, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, membuat program kerja monodisiplin yang berjudul “Mengurangi Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pemasaran Digital”. Dalam program kerjanya tersebut, Aiko menargetkan murid-murid SMK Ma’arif NU Doro, mengingat potensi narkoba dimulai dari masa-masa remaja.
Pada 27 Juli, 2023, Aiko mendatangi SMK Ma’arif NU Doro dan mengumpulkan murid-murid kelas 11 dari setiap jurusan. Aiko mengajak mereka untuk mengambil langkah lebih maju dalam permasalahan ini. Tidak hanya bertujuan untuk stop penyalahgunaan narkoba, Aiko mengajak mereka untuk ikut memasarkan dampak buruk narkoba secara digital. Ia menjelaskan tipe-tipe iklan yang sering digunakan oleh masyarakat, yaitu iklan visual dan audio visual. Penjelasan tersebut mencakupi karakteristik dari tiap tipe iklan dan nilai-nilai yang sebaiknya dilibatkan dalam iklan agar menarik audiensi yang ditargetkan.
Selain itu, tahapan strategi kreatif yang terlibat dalam proses pembuatan iklan juga dijabarkan oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro tersebut. Tahapan strategi kreatif itu sendiri meliputi identifikasi masalah, pemrosesan masalah, penemuan ide, dan evaluasi ide. Presentasi dari Aiko kemudian diakhiri dengan pemberian contoh iklan visual dan audio visual. Penjelasan ini dilakukan dengan harapan murid-murid SMK Ma’arif Doro dapat memahami bagaimana cara memasarkan sesuatu secara digital yang nantinya akan menjadi basis mereka untuk memasarkan penyalahgunaan narkoba.
Mudah dan Sehat! Puding Rumput Laut yang Kaya Akan Gizi Untuk Melawan Stunting
Pekalongan (22/07/2023) – Stunting tetap menjadi permasalahan yang panas di Desa Doro. Stunting merupakan masalah gizi kronis karena kurangnya asupan gizi yang tepat dan berjalan dalam jangka yang panjang. Akibat dari masalah stunting dapat berupa terganggunya pertumbuhan pada anak seperti tinggi badan dan tingkat kecerdasannya. Hasil suvey puskesmas Doro menyatakan bahwa walaupun mayoritas anak balita warga sekitar tidak masuk kedalam kategori stunting, namun termasuk kedalam hampir stunting. Hal ini perlu ditindaklanjuti sebagai sikap preventif stunting agar tidak terjerumus kedalam kategori stunting. Mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro berinovasi dengan membuat kudapan puding yang kaya akan gizi agar gizi dari anak balita terpenuhi dan juga tetap senang untuk mengonsumsinya.
[Gambar][Gambar]
Kudapan puding ini menggunakan bahan utama rumput laut Eucheuma cottonii yang kaya akan vitamin untuk menunjang pertumbuhan anak balita. Puding pada umumnya sudah menjadi kudapan yang sangat umum dijual di Pasar Doro, inovasi dengan penambahan rumput laut kedalam bahan utama pembuatan puding menjadi nilai jual serta ciri khas yang berbeda dengan puding lainnya. Puding diberikan kepada anak buah hati yang mengalami stunting serta pemberian materi mengenai pentingnya waspada terhadap stunting serta cara pencegahannya kepada orang tua dari buah hati. Inovasi kudapan ini direspon sangat baik, baik dari anak maupun orang tua, dengan antusiasnya dalam bertanya cara membuat dan manfaat dalam mengonsumsinya. Dengan terlaksananya inovasi ini diharapkan anak balita dapat meningkatkan nafsu dan juga daya tarik untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Pekalongan (11/08/2023) - Pengajian rutin kelompok Fatayat Nahdatul Ulama Desa Kutosari tertarik dengan pengenalan teknologi baru yang dibawa oleh salah satu mahasiswi Tim II KKN Undip. Pengenalan teknologi tersebut dilakukan oleh Mahasiswi Program Studi Teknologi Hasil Perikanan bernama Zhahra Oktaviani Wibowo dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Kelompok Fatayat Nahdatul Ulama terdiri dari ibu-ibu dengan usia produktif kisaran 30-40 tahun. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 59 orang dan bertempat di Dukuh Karang, Desa Kutosari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan pada Jumat, 28 Juli 2023. Kegiatan ini dirasa sangat jarang dan baru dilakukan oleh kelompok Fatayat Nahdatul Ulama. Pengenalan terhadap teknologi pengasapan yang cukup terbaru ini menjadikan mereka lebih tahu mengenai adanya asap cair yang bisa digunakan untuk bahan tambahan makanan.
Pengenalan asap cair merupakan implementasi dari pengasapan ramah lingkungan yang umumnya dilakukan di Universitas Diponegoro. Acara yang dilaksanakan terdiri dari sosialisasi dan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan asap cair. Proses pengasapan dengan menggunakan asap cair tidak melibatkan pembakaran bahan baku untuk menghasilkan ikan asap/ikan panggang. Pengasapan hanya memerlukan asap cair, garam, dan air yang dicampurkan dengan komposisi air 1.000 ml, 50 ml asap cair, dan 50 gram garam. Kemudian ikan direndam selama 30 menit hingga 1 jam tergantung pada bobot dan besar ikan yang digunakan kemudian ikan dimasukan ke dalam oven untuk mematangkan daging dan memberikan aroma smoke.
Produk ikan asap di Desa Kutosari memiliki nama lain ikan panggang yang memang digemari oleh seluruh kalangan masyarakat. Namun, proses pengasapan yang dilakukan sangat mencemari lingkungan karena pembakaran bahan baku yang dilakukan dan kandungan karsinogenik akibat penempelan abu asap pada daging ikan.
"Pengenalan teknologi ini menjadi salah satu alternatif pembuatan ikan panggang yang ramah lingkungan dan lebih sehat. Teknologi penerapan asap cair harapannya bisa menjadi masa depan pengasapan ikan asap yang lebih baik dan advance," ujar Bu Mukti, sebagai Ketua Fatayat NU Desa Kutosari.
Penulis: Zhahra Oktaviani Wibowo – FPIK, Teknologi Hasil Perikanan
Jumat, 11 Agustus 2023
Pekalongan (11/08/2023) - Umumnya, digital marketing di era sekarang sangat penting dan dibutuhkan. Dengan mengingat pesatnya kemajuan teknologi, mengharuskan para pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan dgitalisasi marketing dalam menjalankan sebuah usaha. Terutama bagi UMKM yang masih dalam proses berkembang, digital marketing menjadi hal yang krusial dan dapat menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam membangun usaha.
Mahasiswa Manajemen yang tergabung dalam Tim II KKN Universitas Diponegoro 2023 mengupayakan untuk memperkenalkan digital marketing kepada para pelaku UMKM di Desa Kutosari sebagai bentuk melek teknologi di era sekarang. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan sosialisasi guna memperkenalkan digital marketing kepada UMKM dan melakukan pendampingan menuju digitalisasi marketing pada beberapa pelaku usaha UMKM di desa Kutosari, salah satunya di coffeeshop, Serasa, Desa Kutosari, Kecamata Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Sosialisasi dilaksanakan pada Senin, 31 Juli 2023 dengan tujuan memperkenalkan digital marketing bagi pemilik coffeeshop, Serasa, untuk menambah wawasan mengenai manfaat penggunaan digital marketing pada masa kini. Selain memberikan sosialisasi, Mahasiswa KKN Undip juga membantu pemilik coffeeshop untuk melakukan digitalisasi marketing dengan cara mendaftarkan usaha coffeeshop ke dalam GoFood untuk meningkatkan penjualan sehingga usahanya bisa lebih dikenal oleh banyak orang.
Mas Ari, selaku pemilik coffeeshop, Serasa, menanggapi terkait keberjalanan kegiatan sosialisasi pengenalan digital marketing dan pendaftaran coffeeshop miliknya di aplikasi GoFood dari Mahasiswa KKN Undip ini sangat membantu untuk berkembangnya usaha yang sedang ia kelola, mengingat sebelumnya ia hanya melakukan digital marketing melalui akun media sosial Instagram usahanya.
Penulis: Muhammad Faiq Amar - FEB, Manajemen
Jumat, 11 Agustus 2023
Pekalongan (11/08/2023) - Perangkat desa merupakan bagian penting dalam menjalankan pemerintahan tingkat desa. Perangkat desa memiliki tugas dan fungsi yang beragam untuk mendukung pengelolaan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa.
Melihat belum adanya penjelasan mengenai tugas dan fungsi perangkat desa secara tertulis yang dapat dibaca dan diketahui masyarakat Desa Kutosari, Mahasiswi Program Studi Ilmu Pemerintahan, Medina Lutfiani Pranoto, bergegas melakukan pencerdasan dengan membuat infografis mengenai tugas dan fungsi perangkat desa.
Mahasiswi KKN Universitas Diponegoro menyerahkan infografis kepada perangkat desa mengenai tugas dan fungsi perangkat desa pada Jumat, 4 Agustus 2023. Diberikan juga sosialisasi fungsi dan tugas perangkat desa berdasarkan peraturan Bupati Pekalongan Nomor 67 Tahun 2017. Sosialisasi dilaksanakan di Balai Desa Kutosari bersama dengan seluruh perangkat desa.
Infografis tersebut ditujukan kepada masyarakat Desa Kutosari agar dapat mengetahui dan lebih memahami mengenai apa saja tugas dan fungsi perangkat desa ketika berkunjung ke Balai Desa Kutosari. Hadirnya infografis tersebut telah diselaraskan berdasarkan Peraturan Bupati Pekalongan Nomor 67 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa bersama inspektorat.
Tidak hanya itu, sosialisasi dan infografis ini dilakukan untuk mengetahui bahwa pentingnya mengomunikasikan dengan jelas tugas dan fungsi masing-masing perangkat desa kepada masyarakat agar mereka memahami peran dan tanggung jawab dari setiap perangkat desa dalam mendukung pembangunan dan pelayanan di tingkat desa.
Penulis: Medina Lutfiani Pranoto - FISIP, Ilmu Pemerintahan
Jumat, 11 Agustus 2023
[Gambar]
Dengan adanya sosialisasi dan edukasi ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Doro akan semakin sadar akan pentingnya pencatatan keuangan secara rutin dan teratur. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat dan kemudahan penggunaan aplikasi BukuWarung, diharapkan mereka akan aktif mencatat setiap transaksi usaha baik melalui buku fisik maupun aplikasi keuangan yang telah disosialisasikan.
Penulis : Fitria Sembayu Atmadja / Sekolah Vokasi / Akuntansi Perpajakan
Dosen Pembimbing : Septrial Arafat, S.P., M.P
Selasa, 8 Agustus 2023
Penulis : Fitria Sembayu Atmadja / Sekolah Vokasi / Akuntansi Perpajakan
Dosen Pembimbing : Septrial Arafat, S.P., M.P
Selasa, 8 Agustus 2023
Selasa, 8 Agustus 2023
Penulis: Aiko Nisa Safitri
Selasa, 8 Agustus 2023
Penulis: Alifalah Tridhia Cahyadi
Selasa, 8 Agustus 2023